Tourism and Culture | September 15, 2016 at 03:13 AM post by yehabe (view 1085)

Hamparan pasir putih dan karang akan menyambut setiap kedatangan ke Pulau Bongkil. Sebuah pulau kecil nan indah yang berada di perbatasan Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Jaraknya sekitar 13 Kilometer dari ibukota kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Boroko. Jika menggunakan perahu motor berkapasitas kecil, waktu yang ditempuh tempuhnya sekitar 1,5 sampai 2 jam.

Pulau ini tidak dihuni oleh penduduk secara permanen. Hanya nelayan-nelayan sekitar yang menjadikan pulau sepanjang 442 meter sebagai tempat singgah beristirahat setelah melaut. Mereka biasa menyebutnya “Daseng”. Pohon Pinus dan Ketapang yang tumbuh disana menyejukkan. Tak heran kalau mereka memilih pulau itu untuk melepas penat.

Pulau Bongkil (Foto Saiful Rizal)

Pulau Bongkil (Foto Saiful Rizal)

Pulau Bongkil dikelilingi karang. Jika air surut, terlihat jelas hamparan karang yang luas. Disaat air pasang, air lautnya begitu bening sehingga kita bisa melihat hamparan karang tadi dari atas perahu. Disekitar pulau Bongkil juga terdapat area penangkapan ikan pelagis dengan demersal yang cukup potensial

Ekosistem terumbu karang adalah salah satu potensi laut yang ada di pulau ini. Hamparan terumbu karang yang luas dengan keanekaragamannya  menjadi daya tarik untuk dikembangkan dan dikelola secara optimal. Selain itu, dengan memiliki pasir putih yang indah, Pulau Bongkil menjadi aset pariwisata daerah.

Daratan Pulau Bongkil (Foto Alil Pandialang)

Daratan Pulau Bongkil (Foto Alil Pandialang)dialang)

Pulau Bongkil biasa juga disebut dengan pulau Bangkit. Pulau ini berada di kecamatan Pinogoluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Bongkil pernah menjadi perebutan antara Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara karena batas wilayah laut yang waktu itu belum jelas. Polemik status Pulau Bongkil akhirnya menjadi jelas dengan dikeluarkan surat oleh Kementerian Dalam Negeri bernomor 125.1/2144/PUM tertanggal 8 Desember 2010 yang menjelaskan bahwa pulau ini menjadi bagian dari wilayah Provinsi Sulawesi Utara (yhb)